Dari Pelaporan ke Perlindungan Pasien: Balai POM di Indragiri Hulu Optimalkan Farmakovigilans melalui e-MESO

15-10-2026 Umum Dilihat 4 kali

Indragiri Hulu – Balai POM di Indragiri Hulu terus mendorong penguatan pemantauan keamanan obat melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta Pendampingan Pelaporan Farmakovigilans yang dilaksanakan secara hybrid pada Rabu (14/10/2026), bertempat di Aula Balai POM di Indragiri Hulu dan secara daring.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai pentingnya farmakovigilans serta mengoptimalkan kepatuhan pelaporan dugaan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) atau efek samping obat melalui aplikasi e-MESO. Pelaporan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemantauan keamanan obat setelah beredar dan memperkuat perlindungan keselamatan pasien.

Sebanyak 40 Person in Charge (PIC) Focal Point Farmakovigilans dari berbagai sarana pelayanan kesehatan mengikuti kegiatan ini. Peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai farmakovigilans, penjelasan mekanisme pelaporan melalui e-MESO, serta pendampingan langsung dalam pengisian laporan agar sesuai dengan ketentuan dan informasi yang diperlukan.

Melalui pendampingan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami alur pelaporan sekaligus mempraktikkan penggunaan aplikasi e-MESO. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengatasi kendala dalam proses pelaporan dan meningkatkan kualitas data yang disampaikan. Pelaporan dugaan efek samping obat memiliki peran penting dalam mengidentifikasi potensi risiko penggunaan obat sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam menjaga keamanan obat yang beredar. Oleh karena itu, keterlibatan aktif tenaga kesehatan sebagai pelapor menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan sistem farmakovigilans.

Melalui kegiatan ini, Balai POM di Indragiri Hulu berharap para PIC Focal Point Farmakovigilans dapat melanjutkan pelaporan secara konsisten dan mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi e-MESO di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing. Dengan kolaborasi antara BPOM dan tenaga kesehatan, pemantauan keamanan obat diharapkan semakin kuat demi mendukung penggunaan obat yang aman dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Balai POM di Indragiri Hulu berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelaporan farmakovigilans sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan obat dan keselamatan pasien.

Sarana