Jaga Keamanan Jajanan Wisatawan, Balai POM di Indragiri Hulu Intensifkan Pengawasan pada Event Nasional Pacu Jalur 2026

03-09-2026 Umum Dilihat 38 kali

Kuantan Singingi,  19 Agustus 2026 — Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indragiri Hulu melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sekaligus intensifikasi pengawasan keamanan pangan pada Event Nasional Pacu Jalur Tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan ini dilaksanakan langsung di lapangan, menyasar para pedagang jajanan dan kuliner yang ramai diserbu pengunjung selama perhelatan budaya tahunan tersebut berlangsung.

Tim petugas turun langsung ke pusat keramaian, mulai dari Taman Jalur hingga kawasan Jalan Tugu Timur, untuk memberikan edukasi keamanan pangan kepada pedagang kaki lima sekaligus melakukan sampling dan pengujian cepat (rapid test) menggunakan test kit terhadap jajanan yang dijual. Sebanyak 32 item pangan siap saji mulai dari bakso, tahu, gorengan, kerupuk, dodol, hingga aneka kudapan khas diuji kandungannya terhadap empat bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan pada pangan: formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.

Hasil pengujian menunjukkan seluruh 32 item sampel dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), alias bebas dari kandungan bahan berbahaya tersebut. Hasil ini memberikan kepastian keamanan pangan bagi ribuan wisatawan dan masyarakat yang memadati perhelatan Pacu Jalur, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa jajanan yang beredar di lokasi event dapat dikonsumsi dengan aman.

Kehadiran petugas BPOM di lapangan juga membuka ruang komunikasi langsung dengan para pedagang, memberikan edukasi praktis mengenai bahaya penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang, sekaligus mendorong kesadaran pelaku usaha kuliner untuk terus menyajikan produk yang aman dan berkualitas kepada konsumen.

Kegiatan yang melibatkan petugas BPOM di Indragiri Hulu bersama pendamping dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BPOM dalam mengawal keamanan pangan pada berbagai event besar yang menghadirkan keramaian massal. Ke depan, hasil pengawasan ini akan diarsipkan dan dipublikasikan melalui media sosial sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan pangan di setiap kegiatan publik.

Sarana