INDRAGIRI HULU – Antibiotik bukan obat yang boleh digunakan sembarangan. Penggunaan tanpa resep dokter, dosis yang tidak tepat, hingga tidak menghabiskan antibiotik sesuai aturan dapat memicu resistensi antimikroba (AMR), kondisi yang membuat infeksi semakin sulit diobati. Untuk menekan ancaman tersebut, Balai POM di Indragiri Hulu menggelar Bimbingan Teknis Pengendalian Resistensi Antimikroba pada Kamis (23/7/2026) di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu. Kegiatan melibatkan pemilik sarana dan Apoteker Penanggung Jawab (APJ) apotek di Kabupaten Indragiri Hulu.
Kepala Balai POM di Indragiri Hulu, Veramika Ginting, menegaskan bahwa apoteker memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mencegah resistensi antibiotik. Tak sekadar menyerahkan obat, apoteker juga berperan mengedukasi masyarakat, melakukan skrining resep, serta memastikan antibiotik tidak diberikan tanpa resep dokter. Hal ini menjadi penting karena hasil pengawasan masih menemukan praktik penyerahan antibiotik tanpa resep di sejumlah sarana.
Bimtek juga menghadirkan dokter Christian Nopiandi sebagai narasumber, yang membahas penggunaan antibiotik secara rasional. Pesannya sederhana tetapi penting: antibiotik hanya digunakan ketika memang diperlukan untuk infeksi bakteri, dengan jenis, dosis, cara penggunaan, dan lama pemberian yang tepat. Penggunaan yang bijak bukan hanya membantu keberhasilan pengobatan, tetapi juga menjaga agar antibiotik tetap efektif di masa mendatang.
Diskusi berlangsung aktif dengan membahas berbagai persoalan yang ditemui di lapangan, mulai dari permintaan masyarakat untuk membeli antibiotik tanpa resep, pengawasan apotek dan tenaga kesehatan, hingga jalur distribusi antibiotik. BPOM menegaskan bahwa antibiotik merupakan obat keras yang hanya boleh diserahkan berdasarkan resep dokter, termasuk ketika apotek berada di daerah terpencil dan menghadapi desakan dari masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BPOM Indragiri Hulu mengajak tenaga kefarmasian dan masyarakat untuk bersama-sama lebih bijak menggunakan antibiotik. Sebab antibiotik yang digunakan sembarangan hari ini dapat kehilangan kemampuannya untuk melawan infeksi di kemudian hari.